Beautiful Trip : Danau Ranu Kumbolo Gunung Semeru

Sobat pernah membaca novel 5 CM atau pernah melihat film nya dengan judul yang sama? ya, bagi kalian yang pernah membaca atau menonton film 5 cm pasti tau yang namanya Ranu Kumbolo, danau indah di kaki gunung semeru. Namun untuk mencapai danau indah ini tidaklah mudah, sobat melakukan pendakian dulu ke gunung semeru karena danau ini ada di jalur pendakian gunung semeru. Di kaki Gunung Semeru, terdapat 3 buah danau atau dalam Bahasa setempat ranu yang dibuka untuk umum. Ketiga danau itu adalah Ranu PaniRanu Regulo dan Ranu Kumbolo. Ranu Pani dan Ranu Regulo berada pada lokasi yang berdekatan yaitu di Desa Ranu Pani yang merupakan desa terakhir di kaki gunung yang lokasinya dekat dengan Gunung Bromo ini, sedangkan Ranu Kumbolo berada kurang lebih 10 km dari Ranu Pani.



Perjalanan Menuju Ranu Kumbolo


Untuk mencapai danau seluas 15 hektar ini, sobat harus berjalan kaki sejauh kurang lebih 10 kilometer. Jarak ini dapat ditempuh selama 2-4 jam, tergantung kemampuan pendaki. Di jalur pendakian menuju Ranu Kumbolo ini terdapat 4 pos dimana pada beberapa pos ada penduduk yang menjajakan makanan kecil (gorengan) dan buah semangkan dengan harga Rp. 5.000,- untuk 2 buah makanan atau semangka. Jalan menuju Ranu Kumbolo relatif mudah dilalui, karena tidak terlalu menanjak, tanjakan curam hanya terdapat antara pos 3 dan pos 4, selain itu, jalur pendakian juga hanya 1, sehingga sangat kecil kemungkinan sobat tersesat, namun demikian, kehati- hatian tetap mutlak diperlukan karena sobat berjalan di jalan setapak yang berada tepi jurang yang sewaktu- waktu siap menggelincirkan pendaki jika tidak waspada atau sembrono. Bagi sobat yang kesulitan membawa tas atau barang lain, jangan khawatir, karena di Ranu Pani banyak penduduk sekitar yang menawarkan jasanya untuk membawakan bawaan anda menuju Ranu Kumbolo. Pada saat artikel ini ditulis, biaya jasa angkut barang ini berkisar antara Rp. 100.000,- s.d. Rp. 200.000,- bergantung deal sobat dengan porter. Jika sobat memiliki keterbatasan fisik atau tidak kuat berjalan jauh, porter barang tersebut juga siap mengantarkan sobat dengan sepeda motor (ojek) menuju Ranu Kumbolo dengan biaya Rp. 50.000. Namun demikian sobat tetap harus berjalan kurang lebih 1 jam untuk mencapai danau, karena sepeda motor tidak dapat masuk ke Ranu Kumbolo namun setidaknya sobat dapat menghemat 2-3 jam perjalanan (walaupun cara ini tidak asik, kurang menantang, hehehehe).

Pemandangan Indah di Ranu Kumbolo

Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan, kita akan disuguhi pemandangan indah sebuah danau dengan air kebiruan yang dikelilingi oleh bukit bukit yang indah. Rasanya rasa capek selama perjalanan setimpal dengan keindahan danau yang berada pada ketinggian 2.400 meter dari permukaan laut tersebut. Tidak heran jika banyak pendaki yang sudah beberapa kali mengunjungi Ranu Kumbolo untuk menikmati keindahan alam ciptaan-Nya yang luar biasa indah ini. Bukit yang diselimuti padang rumput dan tumbuhan perdu, air danau yang jernih, udara yang segar tanpa polusi sungguh besar kuasa-Nya dalam menciptakan langit- bumi seisinya. Di Ranu Kumbolo ini, bagi sobat yang berminat bermalam, sobat dapat mendirikan tenda di sekitar danau. Oh iya, di dekat danau juga terdapat sebuah prasasti yangbernama Prasasti Ranukumbolo yang mengisahkan pencarian air suci oleh Pu Kameswara. Selain itu, terdapat juga “prasasti modern” berupa plakat yang merupakan kenangan terhadap pendaki yang tewas saat mendaki ke Ranu Kumbolo atau Gunung Semeru.









Tanjakan Cinta dan Mitos

Pada arah barat daya danau, terdapat sebuah tanjakan yang merupakan jalan menuju ke puncak semeru. Dari puncak tanjakan ini akan terlihat Ranu Kumbolo dan pada sisi yang lain akan Nampak padang lavender yang menawan. Tanjakan ini diberi nama tanjakan cinta. Konon jika kita mendaki tanjakan ini tanpa menoleh ke belakang dan memikirkan seseorang yang dicintai, maka hubungan itu akan berakhir bahagia. Hal ini dikaitkan dengan cerita yang beredar tentang sepasang kekasih yang berjalan mendaki tanjakan ini dimana sang laki- laki berjalan di depan tanpa menoleh ke belakang, padahal pujaan hatinya sudah kepayahan mendaki dan pada akhirnya sang wanita pingsan kemudian tergelincir jatuh dan tewas. Namun sekali lagi ini hanya mitos, karena bukankah jodoh kita sudah ditentukan oleh sang Pencipta, tinggal bagaimana kita menemukannya.




Fenomena Embun Beku Ranu Kumbolo

Mengunjungi dataran tinggi pastilah kita akan dihadapkan dengan suhu yang dingin. Jika sobat mengunjungi danau ini pada musim kemarau, sobat mungkin akan mendapati fenomena menarik di Ranu Kumbolo. Fenomena ini adalah embun yang membeku pada tumbuhan di sekitar danau walau sebenarnya embun di tenda juga berubah menjadi butiran es. Hal ini disebabkan puncak udara dingin di Ranu Kumbolo terjadi pada saat musim dingin, terutama saat bulan purnama dan bulan mati. Pada saat saya dan rombongan berada di danau ini, suhu terendah yang tercatat pada thermometer kami adalah –10Celcius (pada tengah malam menuju dinihari), sedangkan pada saat menjelang matahari terbit suhu terendah tercatat -1,70 Celcius. Perlu diketahui suhu terendah Ranu Kumbolo berkisar antara -50 s.d. -200 Celcius. Jadi bagi sobat yang berencana berkunjung ke tempat ini (terutama saat musim kemarau), lebih baik sobat membawa sleeping bag yang tebal, serta jaket dan celana hangat.



Sunrise di Ranu Kumbolo

Walaupun matahari terbit di Ranu Kumbolo tidak dapat terlihat pada saat matahari masih kemerahan, dan langsung terlihat sudah tinggi dengan pancaran terang, namun waktu matahari terbit saying jika dilewatkan. Sobat dapat menyaksikan pemandangan indah air danau yang menguap yang diselimuti sinar mentari pagi dan dikelilingi bukit- bukit yang menjulang menambah keindahan pemandangan Ranu Kumbolo di pagi hari. Dan pemandangan ini juga sayang jika tidak diabadikan. 




Bagaimana? Sobat tertarik untuk datang ke ranu kumbolo? pastikan kondisi badan dalam keadaan sehat, siapkan perlengkapan - perlengkapan yang dibutuhkan selama perjalanan dan jangan datang sendiri tanpa orang yang sudah berpengalaman melakukan pendakian. nah sekian dulu postingan dari saya selamat berjuang dan selamat menikmati indahnya ranu kumbolo

1 comments:

Powered by Blogger.

© Buka Mata, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena